Pengapuran tulang dapat didefinisikan sebagai terbentuknya jaringan tulang pada tepi atau bagian tertentu di tulang akibat deposit kalsium. Selama ini, banyak yang menganggap pengapuran tulang identik dengan pengeroposan tulang. Benarkah hal tersebut? Ketahui apa yang dimaksud dengan pengapuran tulang dan penyebab-penyebabnya di sini. Pengeroposan tulang terjadi karena berkurangnya kepadatan tulang dan hilangnya kandungan kalsium dalam tulang. Dalam dunia medis, pengeroposan tulang biasa disebut dengan osteoporosis.
Penyebab Pengapuran Tulang
Di samping faktor usia, beberapa kondisi pada tubuh dapat memicu terjadinya pengapuran pada tulang, antara lain:
1.Osteoartritis
merupakan jenis peradangan pada sendi yang menyebabkan tulang rawan yang melindungi tulang menipis. Saat tulang rawan terkikis, tubuh akan merespons dengan menumpukkan endapan kalsium berlebih pada tulang.
2. Hiperparatiroidisme
Hiperparatiroidisme merupakan kondisi dimana tubuh memproduksi terlalu banyak hormon paratiroid karena kerja kelenjar yang terlalu aktif. Hormon paratiroid ini sendiri berfungsi untuk menambah kadar kalsium pada darah. Kondisi ini menyebabkan kadar kalsium pada darah melebihi batas normal sehingga meningkatkan resiko pengapuran tulang.
3. Ankylosing Spondylitis
Penyakit ankylosing spondylitis merupakan penyakit genetik yang menyebabkan sendi antar tulang belakang mengalami peradangan. Pada jangka panjang, penyakit ini akan menjadi penyebab pengapuran tulang belakang.
4. Ginjal yang tidak berfungsi dengan baik
Ketika ginjal tidak berfungsi dengan baik, kelenjar paratiroid melepaskan hormon yang meningkatkan kadar kalsium darah. Akibatnya, kalsium yang beredar dalam darah ini akan beresiko menyebabkan pengapuran pada tulang.
Pengapuran pada tulang memiliki gejala khusus, namun tumpukan kalsium berlebih pada tulang akan menyebabkan tekanan dan gesekan pada sendi yang nantinya berpotensi menyebabkan radang sendi atau arthritis. Penderita arthritis akan mengalami kesulitan dalam bergerak dan menjalani kegiatan sehari-hari karena rasa kaku dan nyeri pada sendi-sendi tubuhnya.
baca juga : Tanda Dan Gejala Asam Urat
Cara mengatasi nyeri akibat pengapuran tulang yaitu:
- Mengompres bagian yang sakit dengan air hangat atau dingin;
- Mengkonsumsi obat pereda nyeri;
- Untuk lansia, gunakan tongkat sebagai alat bantu supaya meringankan kerja sendi ketika melakukan aktivitas sehari-hari, dan;
- Mengikuti terapi fisik dan terapi okupasi;
Mengatasi pengapuran tulang di rumah
Jika pengapuran tulang sudah diderita, beberapa hal terkait gaya hidup berikut bisa dilakukan untuk mengurangi gejala yang ditimbulkan, di antaranya:
1. Menurunkan berat badan
Sendi yang mengalami tekanan berlebih kian memperburuk pengapuran tulang yang diderita. Solusi mudahnya adalah menurunkan berat badan.
2. Olahraga
Olahraga secara teratur penting dilakukan untuk menguatkan otot-otot di sekitar sendi yang mengalami pengapuran. Hal ini akan membuat sendi menjadi lebih stabil sehingga dapat mengurangi tingkat keparahan osteoarthritis. Pastikan olahraga yang dilakukan tidak berlebihan karena justru akan memperburuk masalah yang diderita.
baca juga : Cara Mengobati Asam Urat Di Rumah
3. Kompres hangat atau dingin
Saat kondisi oateoarthritis menimbulkan rasa sakit, cobalah gunakan kompres hangat atau air dingin untuk meringankannya. Pemakaian kompres hangat juga berperan untuk melemaskan otot, sedangkan kompres dingin dapat meredakan kram otot dan nyeri.
4. Memakai obat pereda rasa sakit
Pemakaian obat pereda rasa sakit berupa krim atau gel yang dijual bebas di apotik juga bisa dilakukan. Krim atau gel pereda rasa sakit cocok dipakai pada sendi yang dekat dengan permukaan kulit, seperti persendian pada lutut dan jari-jari.
5. Memakai alat bantu
Alat bantu, seperti tongkat, mungkin dibutuhkan untuk memudahkan penderita dalam beraktivitas. Penggunaan alat bantu ini terutama pada kasus pengapuran tulang akibat kerusakan tulang dan sendi yang sudah berlanjut. Untuk menentukan jenis alat bantu yang tepat, konsultasikan kepada dokter.
sumber :
- https://www.alodokter,com
- https://medi-call,id