jantung sakit inilah faktornya

penyakit jantung

Jantung adalah organ tubuh yang terdiri dari kumpulan otot yang berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh. Secara rata-rata, dan berdenyut 72 kali per menit dalam status beristirahat dan memompa 4 hingga 7 liter darah pada tiap menitnya.

Apa itu penyakit jantung?

Penyakit ini melibatkan berbagai kondisi yang terjadi di jantung. Ada sekitar 15.7 juta kematian yang disebabkan oleh penyakit ini. Di Indonesia, penyakit ini dari komplikasi hipertensi meningkat secara signifikan karena meningkatnya diagnosa hipertensi.

Kondisi ini antara lain:

1. penyakit pembuluh darah, seperti penyakit arteri koroner
2. masalah irama jantung, disebut aritmia
3. cacat jantung bawaan

Tanda gejala yang sering terjadi  pada umumnya antara lain sebagai berikut.

1. Detak yang tak beraturan.
2. Mudah lelah.
3. Napas terasa berat.
4. Sulit tidur.
5. Berdebar karena hal yang tidak pasti

Penyebabnya, yaitu:

Penyakit  ini terjadi jika aliran darah terhambat oleh adanya lemak. Penimbunan lemak didalam arteri jantung ini dikenal dengan aterosklerosis yang merupakan penyabab utama penyakit jantung koroner. Aterosklerosis bisa mengurangi suplai darah ke jantung serta menyebabkan terbentuknya penggumpalan darah.

Dapat beberapa faktor yang menjadi penyebab, seperti berikut ini:

1. Kebiasaan merokok.
2. Kadar kolesterol yang tinggi.
3. Pola hidup tidak terjaga.
4. Hipertensi atau tekenan darah tinggi meningkat.
5. Kelebihan berat badan.
6. Adanya penyakit diabetes.
7. Faktor usia dan jenis kelamin.

Cara Pengobatan

Secara umum, pengobatan untuk penyakit ini biasanya meliputi:

1. Perubahan gaya hidup
2. Obat-obatan
3. Prosedur medis atau operasi

Cara Pencegahan

Ada beberapa cara untuk pencegahan  yang dapat dilakukan, di antaranya:

1. Menerapkan pola hidup sehat dengan mengurangi makanan berkoleterol tinggi serta olahraga secara rutin.
2. Berhenti merokok.
3. Mengurangi konsumsi minuman keras.
4. Khusus bagi pengidap angina atau angina duduk, pencegahan penyakit jantung perlu dilakukan demi menghindari serangan jantung serta komplikasinya. Oleh karena itu, pengidap angina dianjurkan untuk meminum obat-obatan yang diberikan oleh dokter dan sesuai dengan dosis.

Kapan Harus ke Dokter?

Apabila pernah melakukan pemeriksaan dan hasil pemeriksaan kesehatan sistem kardiovaskular dinyatakan baik, maka pemeriksaan setahun sekali bisa dilakukan. Tapi kalau hasil pemeriksaan terpampang adanya kelainan tertentu, pemeriksaan selanjutnya akan lebih dekat waktunya. Selain itu apabila gejala yang dirasakan sudah terasa dan tidak kunjung hilang, maka cara terbaik adalah segera bertemu dokter. Penanganan yang tepat dapat meminimalkan dampak, sehingga pengobatan bisa lebih cepat dilakukan.

 

sumber :

-halodoc com,

-hellosehat com,

-alodokter com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *